Umat Islam Ponorogo Diminta Jaga Persatuan 

Ahad, 19 November 2017 | 10:35:35 WIB

Metroterkini.com - Mubaliq ternama dari Semarang, Jawa Tengah, KH Ali Sodikhin atau Gus Ali Gondrong meminta Umat Islam di Bumi Reyog Ponorogo, Jatim menjaga persatuan dan kesatuan serta jangan mau diprovokasi.

Hal iti disampaikan Gus Ali dihadapan ratusan umat Islam di Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya memadati Lapangan Desa Nailan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (18/11/2017) malam ini, saat menghadiri Tabliq Akbar. 

Gus Ali berpesan agar keutuhan umat Islam dijaga. "Jangan sampai kita umat Islam mau diadu domba," harap Gus Ali Gondrong.

Lebih lanjut dia meminta kepada para penceramah atau Ustadz untuk tidak saling menyerang dalam menyampaikan ceramah. "Kita harus menjaga kemaslahatan umat, sehingga kaum muslimin tetap bersatu," tandasnya.

Sementara itu Supriyanto mewakili PT. Citra Catur Utama Karya atau CCUK Ponorogo mengatakan kegiatan Tabliq Akbar dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ultah PT Citra Catur Utama Karya Ponorogo ke 1 sekaligus tasyakuran  Khitan  Al Hakim Tegar Miftahujjannah. "Malam ini kami mengadakan pengajian akbar dengan tema Alimah CCUK Bersholawat," ungkap Supriyanto didampingi Pimpinan PT CCUK, Alimah.

Selain itu Alimah selaku Pimpinan PT CCUK mengatakan khusus kepada jamaah Mafia Sholawat yang hadir dia juga berterimakasih hadir di acara tersebut. "Dan kami minta maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang kurang berkenan," ujar Alimah.

Camat Slahung, Imam Rohni yang hadir mengaku terharu dengan acara Ultah 1 PJTKI PT. Citra Catur Utama Karya atau CCUK yang berlangsung meriah, khidmat dan dihadiri ribuan umat Islam dari berbagai penjuru Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya. 

"Luar biasa baru berusia satu tahun PT. Citra Catur Utama Karya atau CCUK memberi yang terbaik bagi bangsa dan masyarakat Ponorogo khususnya," ujar Imam Rohni. 

Kegaitan dihadiri oleh Anggota DPRD Ponorogo Dapil IV, Eko Priyo Utomo dan Cipto Prayitno, Forpimka Slahung serta beberapa Kades di Kecamatan Slahung. [nur]
 

Terkini